Skip to content

Inilah Fakta Tentang kebahagiaan Itu…

Desember 15, 2011

image

Fakta-fakta di Balik Indahnya
“Kebahagiaan”
Para ilmuwan melakukan penelitian untuk
menyelidiki akar dari emosi yang positif
ini. Mari kita simak bersama temuan
mereka yang mencengangkan tentang
kebahagiaan berikut ini.
1. Meski gen dan latar belakang didikan
mempengaruhi 50% sifat bahagia yang
dimiliki seseorang, namun keadaan sekitar
(lingkungan dan pendapatan) ternyata
hanya berpengaruh 10% saja. 40% sisanya
dipengaruhi oleh penampilan luar dan
aktivitas seseorang, termasuk hubungan,
pertemanan, dan pekerjaan; bagaimana ia
berhubungan dengan komunitas, serta
keterlibatan dalam olahraga dan hobi.
2. Mood yang baik mengeluarkan aroma
tersendiri. Para ilmuwan menemukan
bahwa kita bisa menilai apakah seseorang
sedang dalam keadaan mood/ tidak dari
aroma tubuhnya. Dalam sebuah
percobaan, beberapa pria dan wanita
diminta menonton film yang
menyeramkan. Sementara asyik
menonton, ketiak mereka diberi semacam
bantalan khusus untuk menampung
keringat yang dihasilkan. Seminggu
kemudian, para peneliti meminta orang
lain untuk membedakan aroma mana yang
memiliki mood baik dan mana yang
ketakutan. Orang tersebut berhasil
menebak dengan tingkat ketepatan yang
mengejutkan.
3. Orang tua lebih puas dengan kehidupan
mereka ketimbang kaum muda. Survei
yang diadakan Centre for Disease Control
and Prevention menemukan mereka yang
berumur 20-24 tahun merasakan
kesedihan rata-rata 3,4 hari per bulannya,
sementara usia 65-74 tahun hanya 2,3 hari
saja.
4. Jika Anda melakukan olahraga 20 menit,
3 kali seminggu, selama 6 bulan, maka
perasaan bahagia Anda akan meningkat
sebanyak 10-20%.
5. Mereka yang tergolong sangat bahagia
ketika dideteksi lewat tes psikolog
mengembangkan 50% antibodi lebih
banyak daripada mereka yang mendapat
vaksin flu.
6. Menurut para peneliti dari The World
Database of Happiness dari Erasmus
University di Belanda, Denmark
merupakan negara paling berbahagia di
dunia, diikuti oleh Malta, Switzerland,
Iceland, Irlandia, dan Kanada.
7. Dalam klinik-klinik kesehatan di Amerika
Serikat, tingkat depresi masyarakat
meningkat 3-10 kali lebih banyak
dibanding 2 generasi terdahulu.
8. Pendatang atau kaum imigran
cenderung dipengaruhi karakter bahagia
dari negara tujuan ketimbang negara asal
mereka.
9. Pekerja yang lebih kaya cenderung lebih
bahagia daripada mereka yang ‘miskin’,
namun para peneliti memperkirakan
mereka yang berbahagia cenderung
memiliki potensi lebih besar untuk
menjadi kaya.
10. Penderita stroke atau penyakit
mengerikan lainnya memang sangat
menderita dalam jangka waktu pendek,
sesaat kemudian tingkat bahagia yang
mereka rasakan tak jauh beda dari orang
sehat rata-rata.
11. Saat menikah, kebahagiaan seseorang
membubung tinggi, namun sesaat
kemudian kebahagiaan mereka segera
kembali ke level ketika sebelum menikah.
12. Kaum wanita cenderung mengalami
titik puas terendah pada usia 37,
sementara pria baru mengalaminya ketika
berumur 42 tahun.
13. Tertawa sampai ‘perut’ sebanyak
100-200 dalam sehari memiliki dampak
yang sama dengan olahraga keras, yaitu
mampu membakar hingga 500 kalori.
14. Emas tidak menjamin kebahagiaan.
Studi yang dilakukan terhadap para atlet
Olimpiade menemukan bahwa pemenang
medali perunggu lebih bahagia daripada
peraih medali perak, dan kadang-kadang
malah lebih bahagia daripada peraih
medali emas. Menurut tim psikolog asal
Australia, Graham Winters, adalah lebih
membahagiakan menjadi juara ketiga di
saat Anda tak menduganya dibanding
mendapatkan keistimewaan sebagai yang
pertama.
15. Professor Michael Argyle yang banyak
memimpin studi tentang kebahagiaan,
mendapati bahwa di antara aneka kegiatan
yang bisa membuat orang bahagia, seperti
olahraga dan musik, yang paling
berpengaruh adalah menari. Hal ini
dikarenakan menari atau berdansa
melibatkan olahraga, musik, komunitas,
sentuhan, dan aturan, yang meningkatkan
kebahagiaan secara drastis.
16. Beberapa studi menunjukkan hewan
peliharaan bisa mengurangi tekanan darah
dan stres, serta mendongkrak kesehatan
dan kebahagiaan.
17. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi,
sisa kekayaan hanya memiliki sedikit efek
(atau tidak sama sekali) terhadap kepuasan
atau kebahagiaan seseorang.
18. Seseorang yang memiliki hubungan
stabil umumnya merasa bahagia daripada
mereka yang singel.
19. Dalam negara dengan tingkat
pendapatan tinggi, seperti negara-negara
Skandinavia, tingkat kebahagiaan
cenderung lebih tinggi dibanding negara
dengan tingkat penghasilan tak merata
seperti USA. Masyarakat cenderung
memilih daerah dengan otonomi mandiri
dan demokrasi langsung untuk
meningkatkan pendapatan.
20. Menurut studi 40 tahun yang telah
diperbarui oleh Universitas Harvard, bayi
yang sering dipeluk dan ditimang
cenderung tumbuh dalam kebahagiaan

source: http://woman.kapanlagi.com/
body-and-mind/segar-dan-rileks/5690-20-
fakta-tersembunyi-tentang-
kebahagiaan.html

Read Posts from other site

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: