Skip to content

hujan… :)

April 19, 2012

image

hmmm…

hujan.
lima huruf sederhana, namun bisa buat orang kocar-kacir.

bersama dua orang teman lainnya, cinta dan waktu.

      Itulah status facebokku kala spontan melihat hujan. Hujan hal unik dan begitu banyak yang mengidentifikasikannya.
      Hujan. Terkadang kita menganggapnya sepele dan sepintas lalu, berlalu begitu saja. Tak lebih dari hanya air yang turun setik demi setitik. Perlahan. Dan beraninya cuma keroyokan secara beramai-ramai.
       Namun, tidak sama halnya bagi manusia spesies yang lain.Mereka menginterpretasikan hujan bermacam cara, bentuk, serta menikmati hujan.
       Yah..hujan kadang buat orang kocar-kacir berlari menghindarinya agar tak basah kuyup. Atau bahkan hanya ingin menyelamatkan jemuran yang susah payah ia jemur.
       Bukan hanya cukup disana ulah hujan membuat manusia kocar-kacir. Di beberapa daerah dan belahan dunia lain hujan akan jadi masalah. Dampak setelah banjir kadang membuat mereka harus berbenah. Banjir misalnya. Walau hujan tak salah, sebagian manusia mengalamatkan kesalahan kepada hujan. Belum lagi bila di kota jakarta. Bukan hanya banjir. Sering juga hujan melahirkan simpul kusut jalan raya bernama kemacetan.
       Ternyata berdasarkan penelitian di barat sana. Hujan akan membawa pengaruh kepada emosional manusia. Hujan, akan membawa kita memutar kenangan masa lalu. Wajar kalau ada yang bilang hujan penimbul kegalauan. Galau (seperti gelisah, geli-geli basah.heehe..*just kidding :p) akan kenangan masa lalunya. Entah itu yang ingin dilupakan, entah itu ingin dikenang. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya penelitian, tergantung manusianya juga.
       Ada yang bilang juga hujan itu membawa rezeki. Iya. Rezeki. Setidaknya, rezeki untuk para ojek payung di luar sana, untuk para sopir angkutan umum, atau bahkan rezeki bagi para pembuat film india (karena syutingnya suka hujan-hujanan). Terkadang hujan juga membawa rezeki bagi penjual makanan. Apalagi mas-mas penjual bakso dan mie ayam.hmmm… 🙂
       Entah kenapa, hujan juga sering identik dengan kata romantis. Mungkin karena di kala hujan ada interaksi “take – give” di sana. Apalagi bila dialami sepasang kekasih. Hmmm, akan ada adegan lari-lari manja.heehe..atau sekedar melindungi kekasihnya dari guyuran air yang terkucur dari langit. Romantis emang.. 😉 Atau sekedar menikmati kesepian dan ketenangan jalan yang basah setelah hujan. jalanan aspal yang akan menghitam legam tidak seperti biasanya. Ditambah hiasan pohon, bungan, reremputan serta tumbuhan yang ada di sekitar dan ketenangan lingkungan, yang kebanyakan manusia bersembunyi kala hujan. Jalanan itu begitu indah. Gambaran itu akan indah ketika dinikmati dengan dia yang istimewa. Lebih romantis malah. 🙂
       Lalu, hujan itu terkadang kalangan manusia lainnya suka akan hujan. Alasannya sederhana, karena hujan bisa menyamarkan bulir air mata yang jatuh di pipi ketika berada di bawah rintik-rintik hujan. Dan tak sedikit yang suka moment-moment setelah hujan. Ya..pelangi. Bahkan sampai diangkat menjadi judul novel, atau film. “selalu ada pelangi setelah hujan”. (itu mungkin judulnya.tapi pelangi terlihat dari sudut pandang tertentu juga lhoh *FYI)
       Namun, bagi sebagian manusia. Hujan itu sederhana sekali. Tak lebih hanya sebagai lem yang ampuh buat kasur. Yang membuat enggan pemiliknya memisahkan diri dari haribaan kasur tercintanya. ヽ(*≧ω≦)ノ

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: