Skip to content

Nyaman dalam Cinta itu…. :’)

                 

image

   

         Hm..pernah ada keinginan pengen nulis begini sih. Tapi emang kebetulan baru selesai baca-baca blog orang. Yah jadi muncul perasaan, “hey..sama.saya juga sependapat dan setuju,,, bahkan ngerasakan hal yang sama dengan yang kamu tulis”. Pengen bilang gitu ke si penulis blog, atau cuma perasaan saya aja yang gak mau kalah dan sok ikutan sama (hahahahaha…), tapi entahlah. What ever aja deh.
       Ok. Hal yang saya setujui adalah pemahaman bahwa,

“sebenarnya perasaan cinta yang nyaman itu adalah perasaan bahagia yang kita rasakan ada atau tidak adanya kehadirannya di deket kita.”

        Yah, alasannya simpel kok. Karna bila kita ngerasakan bahagia bila ada kekasih itu wajar. Tapi kalau kita tetep ngerasain bahagia ketika ia tak ada, berarti sebenernya ia memberi kita ruang, mencari keleluasaan dan ruang gerak buat improvisasi membahagiain diri sendiri kan? menjalani hobi, keseharian kita yang itu emang identik dengan kita, bahkan tak membuat kita harus merenggangkan hubungan kita dengan sahabat atau teman-teman bahkan keluarga yang jauh kita kenal sebelum bertemu dengannya. Namun kita tetep bahagia, walau tiada kehadirannya, itu rasanya sesuatu banget deh. Setidaknya ia membiarkan kita menjadi diri sendiri tanpa harus mengubah diri secara mendasar.Kita tidak dipaksa untuk tidak menjadi diri sendiri. Dan kita tak perlu harus menjadi bukan diri kita karna harus takut kehilangan dirinya,, sosoknya. Kita masih punya dunia keluluasaan yang,.. oke, masih tetap dalam lingkup bingkai yang masih bisa dijangkau berdua.
        Yah, mungkin begitulah menurut saya cinta yang memberi kita kenyamanan. Dan saya tak menyebut itu bahagia, atau yang ideal. Tapi setidaknya kita sepaham untuk menyepakati bahwa cinta yang begitu memberi kenyamanan, dan baik bila ada bonus kebahagiaan di sana. (^v^)

(baiknya bila ingin mencari cinta itu, carilah ia yang membuatmu nyaman..tetap yakin ada kok.bila kita berusaha, berdo’a berserah diri dan bersabar)

*tetap menoleh ke kanan. :”))

5 Cara Pengelola Pasar Swalayan Menguras Habis Uang Kita Tanpa Disadari

               

image

      5. Merubah letak barang-barang secara berkala Anda datang dengan daftar belanjaan… Itulah yang paling ditakuti para pengelola pasar swalayan. Tp ternyata mereka tidak kekurangan
akal. Rotasi saja letak rak-rak secara berkala. Hal ini akan membuat anda harus mencari letak barang yang anda beli, saat anda mencari barang yang anda beli tentu saja anda juga harus
melewati barang-barang lain, di sinilah pikiran anda mulai memanipulasi anda untuk membeli barang yang tidak anda perlukan karena terpengaruh tulisan “disc” dan “buy 1 get 1”.
      4. Memperbesar budget Anda
Anda datang dengan batasan tertentu “Hari ini saya Cuma boleh belanja Rp 300.000,00”, namun tentu saja anda tidak mungkin hanya membawa Rp 300.000,00 kan? Bahkan pada umumnya pembeli juga membawa ATM atau kartu kredit.
      Bagaimana cara memperbesar budget anda? Ternyata mudah.. Gunakan harga yang tidak pas
seperti Rp 12.890,00. Saat kita melihat satu harga seperti ini kita akan langsung sadar bahwa
sebenarnya harganya adalah Rp 13.000, rupiah. Namun dengan banyaknya barang yang anda beli
(dan seringkali untuk satu jenis tidak hanya satu), secara tidak sadar ketika menjumlahkannya anda akan membulatkannya menjadi Rp 12.000,00. Dan jangan heran ketika anda membayar anda kaget karena uang anda menjadi kurang.
       3. Ubin ukuran 30 x 30
Mungkin anda sudah pernah berkunjung ke Ma**o ataupun Af**, harga mereka bersaing,
pengunjungnya dulu juga banyak, tetapi mengapa mereka merugi? Jawabannya ada pada ubin
mereka. Mereka menggunakan cor semen polos untuk lantai mereka.   Hal ini menyebabkan para pengunjung yang berkunjung secara tidak sadar berjalan dengan cepat. Berbeda dengan pesaingnya semacam Hyper***, mereka
menggunakan ubin ukuran 30×30, menurut riset inilah ukuran yang paling tepat untuk membuat para pengunjung memperlambat langkah mereka
dan menengok kanan kiri, para pengunjung akan memperlambat langkah mereka karena mereka
secara tidak sadar mengalami guncangan-guncangan karena roda troli mereka melewati
sambungan ubin.
       2. Tidak semua kasir aktif. Ini juga trik cerdik mereka. Dengan jumlah kasir yang sedikit akan mulai terjadi antrian, biasanya
pengelola pasar swalayan mempunyai pedoman bahwa panjang antrian harus sejumlah 7-9 orang. Jumlah antrian ini akan membuat pengunjung
merasa pusat perbelanjaan tersebut adalah pusat perbelanjaan yang ramai. Selain itu sambil mengantri mereka juga akan melihat-lihat etalase
di samping kasir, antrian ini memperbesar kemungkinan mereka untuk membelinya.
                 

image

      1. Memajang snack dan permen di samping kasir
Ini trik tercerdik. Para pengelola memasang snack dan makanan kecil di samping kasir setinggi mata
anak balita. Balita yang ikut mengantri dengan orangtua tentu akan sangat tergoda dan meminta
kepada orangtuanya untuk dibelikan snack tersebut.
               

Kenangan itu Soal Waktu.. :’)

image

      Kenangan. Hmm, apa sebenarnya makna dari kenangan. Saya coba mencari makna yang sebenarnya, apa itu kenangan. Saya coba googling, yang ada aku disuguhi makna kenangan: “sesuatu yang berbekas di ingatan”, begitu kata om google di salah satu webblog.
       Ok, saya pun setuju dengan itu. Walau kenangan tak selamanya indah. Ada juga kok kenangan buruk. Tapi kesemua itu akan membekas di ingatan. Itulah makna dari kenangan. Dan kenangan pastilah bertautan dengan waktu, ya.. Waktu.
      Entah mengapa, belakangan ini saya begitu khawatir dengan waktu. Waktu kadang begitu indah,namun tak jarang ia datang dengan wajah sangar menyeramkan yang siap setiap saat memisahkan. Namun kala lain ia datang begitu indah dengan wajah senyum yang ramah menyapa, namun meninggalkan kenangan.ya..ini lah pertautan waktu dengan kenangan.
      Menurut teman saya di tweet nya bahwa sebenarnya kenangan itu simpel kok.

Hanya sebuah bentuk kejadian (apapun itu) namun tepat pada waktunya, sesuai kadarnya,

sehingga ia begitu berkesan dan memberi bekas di fikiran.
      Entah mengapa. Saya merasa kenangan begitu menghantuiku belakangan ini. Walau saya berharap ini bukanlah kenangan yang hanya untuk dikenang. Namun kenagan yang akan terus berlanjut dan terus akan menulis kenangan-kenangan indah berikutnya. ;))
Dan ketika kita berharap, elok rasanya kita menggantungkan harapan pada Yang Empunya harap, tiada kata yang kita ucap selain do’a. Karna hanya do’a kiranya usaha akhir dari perlawanan melawan waktu dan takdir. ^_^

*tetap menoleh kanan.

Marah Berdasarkan Jenis-jenisnya

image

Ini Dia Delapan Tipe Orang Menurut Cara
Marahnya
1. Orang yang diemnya marah
Orang yang marahnya cuma diem aja, tapi
bukan lagi sakit ayan, stroke,dll yang bisanya
cuma diem lhoh. Tipe orang seperti ini lebih
memilih diam ketika dia marah atau ada
sesuatu yang tidak ia sukai terjadi, sehingga
membuat orang lain salah tingkah, malu, takut,
dan berbagai sensasi perasaan yang
ditimbulkan akibat reaksi dari Si Pendiam.
Orang sperti ini bikin pusing, saking diemnya
diejek marah, tapi cuma diem, dipukuli marah
tapi cuma diem, orang lain jadi bingung, dia
lagi marah apa lagi diem, sampe-sampe
dimarahin pun juga marah, tapi marahnya juga
diem, yang marahin jadi tambah marah gara-
gara yang dimarahin marahnya diem, saking
capeknya marah yang marahin jadi ikut diem.
Yang marahnya diem bikin orang yang marahin
jadi marahnya sambil diem. Bingung ga? saya
juga bingung, emang tipe orang seperti ini bikin
orang serba bingung.
2. Pengomel
Tipe ini kalo marah sukanya NGOMEEELLL!!!
melulu kesana kemari, sampai-sampai orang
yang ga salah ikut diomeli. Mungkin motto
hidup orang seperti ini adalah “ hidup tanpa
ngomel bagaikan sayur tanpa garam, bagaikan
rujak tanpa sambal, hidup terasa hambar “.
Kabar bagusnya, seluruh rasa marahnya
dilampiaskan dengan omelan-omelan sehingga
tidak menyisakan dendam yang berlarut-larut.
Namun banyak kata-kata tajam yang menusuk,
menghujam, yang menorehkan luka dihati para
pendengar setianya. Berhati-hatilah jika anda
termasuk orang bertipe seperti ini, mungkin
tidak ada dendam yang tersisa dihati anda tetapi
bagaimana dengan hati-hati para pendengar
anda. Bisa jadi suatu saat mereka akan
menuntut balas atas perlakuan anda selama ini.
3. Main tangan
Tipe orang yang seperti ini perlu diwaspadai,
orang seperti ini sulit berkomunikasi secara
verbal sehingga ketika emosinya meluap ia
lampiaskan dengan cara non-verbal. Tipe orang
seperti ini sangat tidak baik ketika menjadi
orang tua, karena akan menimbulkan trauma
pada anak baik secara fisik maupun psikis
karena sering ditonjok, ditendang, digebuk,
dipukul, dsb. Sebelum ada korban

Baca selanjutnya…

hujan… :)

image

hmmm…

hujan.
lima huruf sederhana, namun bisa buat orang kocar-kacir.

bersama dua orang teman lainnya, cinta dan waktu.

      Itulah status facebokku kala spontan melihat hujan. Hujan hal unik dan begitu banyak yang mengidentifikasikannya.
      Hujan. Terkadang kita menganggapnya sepele dan sepintas lalu, berlalu begitu saja. Tak lebih dari hanya air yang turun setik demi setitik. Perlahan. Dan beraninya cuma keroyokan secara beramai-ramai.
       Namun, tidak sama halnya bagi manusia spesies yang lain.Mereka menginterpretasikan hujan bermacam cara, bentuk, serta menikmati hujan.
       Yah..hujan kadang buat orang kocar-kacir berlari menghindarinya agar tak basah kuyup. Atau bahkan hanya ingin menyelamatkan jemuran yang susah payah ia jemur.
       Bukan hanya cukup disana ulah hujan membuat manusia kocar-kacir. Di beberapa daerah dan belahan dunia lain hujan akan jadi masalah. Dampak setelah banjir kadang membuat mereka harus berbenah. Banjir misalnya. Walau hujan tak salah, sebagian manusia mengalamatkan kesalahan kepada hujan. Belum lagi bila di kota jakarta. Bukan hanya banjir. Sering juga hujan melahirkan simpul kusut jalan raya bernama kemacetan.
       Ternyata berdasarkan penelitian di barat sana. Hujan akan membawa pengaruh kepada emosional manusia. Hujan, akan membawa kita memutar kenangan masa lalu. Wajar kalau ada yang bilang hujan penimbul kegalauan. Galau (seperti gelisah, geli-geli basah.heehe..*just kidding :p) akan kenangan masa lalunya. Entah itu yang ingin dilupakan, entah itu ingin dikenang. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya penelitian, tergantung manusianya juga.
       Ada yang bilang juga hujan itu membawa rezeki. Iya. Rezeki. Setidaknya, rezeki untuk para ojek payung di luar sana, untuk para sopir angkutan umum, atau bahkan rezeki bagi para pembuat film india (karena syutingnya suka hujan-hujanan). Terkadang hujan juga membawa rezeki bagi penjual makanan. Apalagi mas-mas penjual bakso dan mie ayam.hmmm… 🙂
       Entah kenapa, hujan juga sering identik dengan kata romantis. Mungkin karena di kala hujan ada interaksi “take – give” di sana. Apalagi bila dialami sepasang kekasih. Hmmm, akan ada adegan lari-lari manja.heehe..atau sekedar melindungi kekasihnya dari guyuran air yang terkucur dari langit. Romantis emang.. 😉 Atau sekedar menikmati kesepian dan ketenangan jalan yang basah setelah hujan. jalanan aspal yang akan menghitam legam tidak seperti biasanya. Ditambah hiasan pohon, bungan, reremputan serta tumbuhan yang ada di sekitar dan ketenangan lingkungan, yang kebanyakan manusia bersembunyi kala hujan. Jalanan itu begitu indah. Gambaran itu akan indah ketika dinikmati dengan dia yang istimewa. Lebih romantis malah. 🙂
       Lalu, hujan itu terkadang kalangan manusia lainnya suka akan hujan. Alasannya sederhana, karena hujan bisa menyamarkan bulir air mata yang jatuh di pipi ketika berada di bawah rintik-rintik hujan. Dan tak sedikit yang suka moment-moment setelah hujan. Ya..pelangi. Bahkan sampai diangkat menjadi judul novel, atau film. “selalu ada pelangi setelah hujan”. (itu mungkin judulnya.tapi pelangi terlihat dari sudut pandang tertentu juga lhoh *FYI)
       Namun, bagi sebagian manusia. Hujan itu sederhana sekali. Tak lebih hanya sebagai lem yang ampuh buat kasur. Yang membuat enggan pemiliknya memisahkan diri dari haribaan kasur tercintanya. ヽ(*≧ω≦)ノ

Perpindahan Merupakan Dimensi Lain dari Waktu, Kecepatan, Percepatan serta Jarak.

     

image

      Coba deh lihat alam sekitar.Sebenarnya banyak hal dari lingkungan dekat kita yang memberi banyak manfaat buat kita. Jangankan dari hal manfaat langsung, bahkan manfaat tidak langsung juga. Seperti pelajaran hidup yg banyak diperlihatkan alam buat kita. Bahkan hal-hal kecil alamiah di diri kita sebenarnya dapat memberi pelajaran kalau kita mau perhatikan.
      Salmon misalnya. Ia akan berpindah, bermigrasi jauh bermil-mil berkilo kilo meter jaraknya hanya untuk bertelur. Melanjutkan hidup dan kehidupan. Mereka bertaruh dan mempertaruhkan diri mereka.
      Di tengah perjalanan banyak mereka yang kelelahan berenang.Mati atau jadi santapan paus atau penghuni rantai makanan tertinggi di lautan samudera. Namun mereka tetap pergi, tetap pindah apapun yang terjadi.
      Ternyata, kita manusia pun hidup esensinya adalah pindah dan perpindahan. Ya. Kita pindah dari alam yang nyaman bernama rahim. Kemudian pindah ke alam dunia, dari fase kita sebelum saat ini kita juga sudah banyak mengalami perpindahan. Dari masa anak-anak kita berpindah ke masa remaja, kemudian berpindah ke masa dewasa, dan selanjutnya berpindah ke masa tua. Sampai tiba di akhir dunia, berpindah dari hidup ke mati di alam lain.
      Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu sama lainnya.kita hidup di antara keduanya.

Pindah juga bisa menyangkut urusan hati. (radityadika, 2012)

      Lalu, kalau mau dipikir-pikir dari hal kecil di tubuh kita juga banyak memberi contoh perpindahan. Misalnya saja, perpindahan gerak peristaltik dari mulut ke kerongkongan lalu hingga sampai ke lambung merupakan perpindahan yang berarti. Begitu juga halnya dengan darah, dari jantung ke seluruh sel di tubuh kita.
      Bahkan benda mati juga berpindah. Debu kecil pun terbang ketika ada angin. Bahkan skala paling kecil pun seperti elektron berpindah berputar mengelilingi proton dan neutron pada sebuah atom.
      Saya sendiri dalam tiga tahun belakangan ini sudah berpindah tempat dari satu kampus ke kampus lain. Walau itu masih dalam satu institusi yang sama.
      Hidup memang penuh fengan ketidakpastian. Tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti.
      Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Kita sering berfikir ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yang diakrabi, hal-hal yang telah membuat kita nyaman dan senang. Akhirnya ketika berpindah ke tempat baru, kita akan dihantui pertanyaan, akankah sama enaknya?atau apakah akan lebih baik? Kita akan dihantui kecemasan.
      Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak hanya bertahan di tempat sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkan.
       Akhirnya, kita berpikir.Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita tak perlu jadi manusia super. Kita hanya perlu jadi manusia setengah salmon.
       Ya, dinikmati aja.merupakan kata sederhana. Namun cukup mengobati dan melegakan. Mungkin, kita hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil diantara semua perpindahan ini.

[ beberapa merupakan saduran yang begitu juga inspirasi yang menjadikan tulisan ini tertoreh. *jadi, ayamku?! 🙂 ]

:)

image

kenapa mesti ada dua, klw ada satu?
kenapa ada hitam kalau putih itu menyenangkan?

beranjak dari pertanyaan sederhana itu aku pun bertanya.kenapa kita mesti diberi kesempatan hidup berdua.kemudian berumahtangga membentuk koloni bernama keluarga kalau toh akhirnya nanti kita juga bakal sendiri?
aku tak suka dengan ini.kenapa?kenapa tidak ada konsistensi? andai aja tahu begitu pengen aja hidup sendiri.tanpa harus merasakan berdua atau berkoloni keluarga.seolah hanya membuat sedih haru air mata di akhir saja.mending sakit di awal daripada sakit di akhir..
dan baru ku sadari.betapa tinggi apresiasiku terhadap para lajang yang tak menikah sampai akhir hayatnya.aku sadar itu tak mudah.tapi aku salut gmn kekuatan bathin mentalitas bahkan perasaan mereka.walau itu pahit..tapi gimana caranya mereka bisa bertahan dan survive untuk tetap hidup sendiri itu yang ku sangat salutkan.hebat…ntah apapun alasan mereka untuk tetap sendiri, tetap saja aku salut.